Ketika itu Bengkulu masih dijajah bangsa Belanda. Ia diasingkan di Bengkulu selama 3 tahun. Meski diasingkan, gerak-geriknya membangkitkan warga untuk merdeka dari penjajahan bangsa asing terus dilakukannya. Dia selalu mencari cela untuk memotivasi rakyat Bengkulu untuk merdeka.
Rumah ini terletak di tengah Kota Bengkulu, tepatnya di jalan Sukarno Hatta Kelurahan Anggut Atas kecamatan Gading Cempaka.Awalnya, rumah tersebut adalah milik seorang pedagang Tionghoa yang bernama Lion Bwe Seng yang disewa oleh orang Belanda untuk menempatkan Soekarno selama diasingkan di Bengkulu.Soekarno menempati rumah itu pada 1938-1942.Di rumah ini terdapat barang-barang peninggalan Soekarno.Ada ranjang besi yang pernah dipakai Soekarno dan keluarganya, koleksi buku yang mayoritas berbahasa Belanda serta seragam grup tonil Monte Carlo asuhan Soekarno semasa di Bengkulu.Ada juga foto-foto Soekarno dan keluarganya yang menghiasi hampir seluruh ruangan dan yang tidak kalah menarik adalah sepeda tua yang dipakai Soekarno selama di Bengkulu
Di
Rumah Pengasingan Bung Karno ini anda dapat melihat langsung sepeda ontel
kesayangan Bung Karno. Sejumlah foto yang dipajang secara acak di
beberapa ruangannya. Bahkan, ada pula surat cinta Bung Karno untuk Ibu
Fatmawati.
Beragam buku koleksi Bung Karno
tersimpan di dua lemari kaca. Beberapa koleksi buku Bung Karno adalah:
“Het Post Zegelboek”, “Jong Java’s Lief en
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusterima kasih atas info rumah kota bengkulu
BalasHapus